Jajanan khas Bandung Siomay: Sejarah Dari Dimsum Tiongkok ke Ikon Kuliner Jawa Barat
Berawal dari shaomai khas Tiongkok, siomay berevolusi jadi baso tahu Bandung yang gurih dan legendaris. Lengkap dengan resep praktis ala Chef Devina.

INFONA - Kalau berbicara tentang kota kreatif di Jawa Barat, nama Bandung hampir selalu masuk daftar teratas. Dijuluki Kota Kembang sekaligus Paris van Java, Bandung bukan cuma soal udara sejuk dan deretan factory outlet. Di sudut-sudut jalan, dari kawasan Dago hingga Alun-alun, wisatawan akan menemukan denyut kuliner yang hidup dan tak pernah sepi.
Di tengah tren wisata urban dan kuliner yang makin digemari generasi milenial, Bandung punya satu ikon street food yang sulit ditandingi: siomay atau baso tahu khas Bandung. Hidangan sederhana ini bukan hanya favorit warga lokal, tetapi juga kerap diburu wisatawan yang datang untuk berburu rasa autentik kota ini.
Apalagi, siomay Bandung sempat dinobatkan sebagai street food terenak nomor satu dunia versi TasteAtlas. Sebuah pencapaian yang mengukuhkan posisinya sebagai kebanggaan kuliner Indonesia di panggung global.
Asal-Usul Siomay Bandung: Akulturasi Tionghoa dan Sunda
Siomay Bandung berakar dari shaomai, dimsum khas Tiongkok yang dibawa oleh pedagang Tionghoa ke Nusantara sejak abad ke-16 hingga ke-19, terutama pada masa kolonial. Dalam perjalanannya, hidangan ini beradaptasi dengan selera lokal.
Di Bandung, transformasi itu terjadi sekitar 1950-an. Versi populer menyebutkan, seorang peracik makanan bernama Ibu Encing Ceu Hani memperkenalkan varian siomay berbahan ikan tenggiri cincang yang dicampur tepung kanji dalam sebuah lomba masak perayaan Cap Go Meh. Resep ini disesuaikan dengan preferensi masyarakat Muslim, mengganti daging babi dengan ikan.
Sejak 1970-an, siomay makin dikenal luas sebagai jajanan gerobak. Penjualnya kerap menggunakan logat Sunda yang khas, menambah daya tarik tersendiri. Dari sinilah lahir identitas kuat siomay sebagai simbol kuliner Bandung.
Baso tahu Bandung adalah evolusi dari siomay yang berkembang di kalangan keluarga peranakan, lalu merambah menjadi jajanan kaki lima ikonik.

Komposisinya umumnya terdiri dari:
Siomay bulat berbahan adonan ikan dan tepung aci
Tahu isi adonan ikan
Kentang kukus
Kol rebus
Telur rebus
Semua disajikan dengan siraman saus kacang kental, kecap manis, dan perasan jeruk nipis untuk sentuhan segar.
Teksturnya kenyal dan lembut, berpadu rasa gurih-manis-pedas yang nagih. Tak heran, baso tahu kini tidak hanya populer di Bandung, tetapi juga menyebar ke berbagai kota di Indonesia bahkan Malaysia
Beberapa alasan Siomay Bandung begitu populer dan digemari lintas generasi:
Rasa autentik hasil akulturasi budaya.
Harga terjangkau dengan porsi mengenyangkan.
Proses kukus, bukan goreng, sehingga relatif lebih ringan.
Cocok untuk semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dalam konteks wisata kuliner, siomay juga mudah ditemukan di area strategis wisata Bandung, menjadikannya menu wajib coba bagi pelancong
Bagi yang ingin menghadirkan cita rasa Bandung di rumah, Anda bisa mencoba resep dari Devina Hermawan.
Resep Siomay Bandung Ala Chef Devina
Bahan Adonan Siomay:
500 gram daging ayam giling
200 gram tepung tapioka
2 butir putih telur
3 siung bawang putih halus
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt kaldu ayam bubuk
1 sdm minyak wijen
100 ml air es
Cara membuat:
Campurkan semua bahan hingga kalis dan tercampur rata.
Isi adonan ke dalam kulit pangsit, tahu, atau kentang.
Kukus selama 20 menit hingga matang.
Sajikan siomay dalam keadaan hangat agar cita rasanya tetap autentik.
Perbedaan siomay dan baso tahu Bandung yaitu Siomay biasanya merujuk pada adonan ikan atau ayam yang dibungkus kulit pangsit, sedangkan baso tahu mencakup kombinasi siomay, tahu isi, kentang, kol, dan telur dengan saus kacang.

Berikut Resep Baso Tahu Bandung ala Chef Devina Hermawan
Bahan Adonan Baso Tahu (±34 pcs)
500 gram tenggiri giling segar
125 gram labu siam, parut lalu peras airnya
80 gram lemak ayam giling (opsional, untuk rasa lebih gurih)
½ sdm garam meja atau 1 sdm garam laut
1 sdm gula pasir
1 sdt merica bubuk
2 sdt penyedap rasa
1 butir putih telur ukuran besar
2 sdm kecap ikan
3 siung bawang putih, haluskan
5 siung bawang merah, haluskan
180 gram tepung sagu
3 batang daun bawang, iris halus
5 sdm minyak panas
100 ml air es
Bahan Pelengkap
Tahu putih, potong dan keruk bagian tengahnya
Pare dan kentang, rebus setengah matang
1 kuning telur kukus (untuk taburan siomay, opsional)
Bahan Sambal Kacang
180 gram kacang tanah goreng
8 buah cabai merah keriting goreng
2 siung bawang putih goreng
3 sdm gula merah, sisir
2 lembar daun jeruk
1–2 sdm tepung beras (pengental)
3 sdm air asam jawa
Air secukupnya
Garam secukupnya
Cara Membuat Adonan Baso Tahu :
Campurkan tenggiri giling dengan garam dan gula. Aduk kuat hingga adonan terasa lengket dan berserat.
Tambahkan lemak ayam dan air es sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur rata.
Siram irisan daun bawang dengan minyak panas agar aromanya keluar.
Masukkan tepung sagu, putih telur, kecap ikan, bawang putih, bawang merah, penyedap, dan merica. Aduk hingga adonan kalis.
Bagi adonan menjadi dua bagian:
⅓ bagian tambahkan sedikit air dan garam untuk isian tahu, pare, dan kentang.
Sisanya digunakan untuk membentuk baso tahu utama.
Cara Membentuk & Mengukus
Isi tahu, pare, dan kentang dengan adonan isian.
Bentuk sisa adonan menjadi bulatan baso tahu.
Jika ingin membuat siomay, bungkus adonan dengan kulit pangsit lalu taburi kuning telur kukus di atasnya.
Olesi kukusan dengan minyak agar tidak lengket.
Kukus semua selama kurang lebih 30 menit hingga matang sempurna.
Cara Membuat Sambal Kacang
Blender kacang tanah goreng, cabai, dan bawang putih dengan sedikit air hingga halus.
Masak dengan tambahan air secukupnya sampai mendidih.
Masukkan gula merah, daun jeruk, dan garam.
Larutkan tepung beras dengan sedikit air, lalu tuang ke dalam saus untuk mengentalkan.
Masak sekitar 10 menit hingga matang dan mengental.
Terakhir, tambahkan air asam jawa dan aduk rata.
Cara Penyajian
Sajikan baso tahu selagi hangat dengan siraman sambal kacang yang kental. Tambahkan perasan jeruk limau agar rasanya makin segar. Teksturnya empuk, kenyal, dan gurih khas Bandung, dijamin bikin nambah!
Siomay Bandung, relatif lebih sehat dibanding gorengan karena dimasak dengan cara dikukus, meski tetap perlu memperhatikan porsi saus kacangnya.
Siomay Bandung terkenal, karena cita rasanya unik hasil akulturasi budaya, mudah ditemukan, serta diakui sebagai salah satu street food terbaik dunia.
Di tengah gempuran kuliner kekinian dan tren makanan viral, siomay Bandung tetap bertahan sebagai primadona. Ia bukan sekadar jajanan kaki lima, melainkan representasi perjalanan sejarah, akulturasi budaya, dan kreativitas warga kota.
Bagi wisatawan, mencicipi siomay di Bandung bukan hanya soal makan, tetapi juga merasakan denyut autentik kota yang selalu berhasil bikin rindu untuk kembali.
Penulis: WD Nursari
Editor: Tim infona.id








