Jajanan khas Bandung Sejarah Mie Kocok Bandung Lengkap: Asal Usul, Ciri Khas, dan Resep
Mie kocok Bandung adalah ikon kuliner Jawa Barat dengan kuah kaldu sapi bening dan kikil empuk. Ini sejarah lengkap dan cara membuatnya

INFONA - Bandung selalu punya cara untuk membuat orang rindu. Udara sejuk, deretan bangunan heritage, hingga jajanan kaki lima yang aromanya menguar di sore hari. Di antara sekian banyak kuliner khasnya, mie kocok Bandung menjadi salah satu ikon yang tak lekang oleh waktu.
Saat hujan turun dan udara Kota Kembang terasa lebih dingin dari biasanya, semangkuk mie kocok dengan kuah kaldu bening panas, kikil empuk, dan taburan bawang goreng sering kali menjadi jawaban paling sederhana, sekaligus paling memuaskan.
Hidangan ini bukan sekadar mie kuah biasa, melainkan bagian dari sejarah panjang kuliner Jawa Barat yang sudah eksis sejak era 1950-an.
Dari gerobak kaki lima hingga kedai modern yang tampil estetik di media sosial, mie kocok tetap punya tempat istimewa di hati warga Bandung maupun wisatawan. Rasanya konsisten: gurih, hangat, dan bikin nagih.
Mie kocok Bandung adalah hidangan mie kuning telur bertekstur kenyal yang disajikan dengan kuah kaldu sapi bening, irisan kikil atau urat sapi, tauge segar, serta pelengkap seperti bawang goreng, seledri, sambal, dan jeruk limau.
Mie kocok berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat, dan mulai populer sekitar tahun 1950-an. Disebut mie kocok, karena mie dan tauge dicelup lalu “dikocok” dalam saringan logam ke air mendidih sebelum disajikan.
Ciri khas mie kocok Bandung, dengan kuah kaldu sapi bening, kikil empuk, mie kuning tebal, dan teknik penyajian dikocok dalam air panas.
Sejarah Mie Kocok Bandung adalah adaptasi Mie Tiongkok di Tanah Sunda. Jika ditarik lebih jauh, sejarah mie sendiri sudah ada sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok. Makanan berbahan dasar gandum ini kemudian menyebar melalui jalur perdagangan hingga ke Nusantara. Namun, mie kocok seperti yang dikenal sekarang lahir dari kreativitas lokal masyarakat Bandung.
Sekitar tahun 1950-an, pedagang kaki lima di kawasan Pasar Andir dan Cicendo mulai menjajakan mie kuah dengan sentuhan khas Sunda. Resep mie yang awalnya sederhana dimodifikasi dengan bahan lokal, terutama kikil dan tulang sapi yang direbus lama hingga menghasilkan kaldu gurih alami.
Teknik mengocok mie dalam saringan logam menjadi ciri khas tersendiri. Mie kuning lebar dan tauge segar dicelupkan ke air mendidih, lalu dikocok agar layu merata tanpa menjadi lembek. Dari teknik inilah nama mie kocok berasal.
Di masa itu, mie kocok sering menjadi santapan malam pekerja, sopir, hingga pedagang pasar. Harganya terjangkau, porsinya mengenyangkan, dan kuah panasnya cocok untuk udara Bandung yang cenderung dingin.

Ciri Khas Mie Kocok Autentik Bandung
Berikut elemen penting yang membedakan mie kocok Bandung dari mie kuah lainnya:
Kuah bening gurih
Terbuat dari rebusan tulang dan daging sapi minimal tiga jam, menghasilkan rasa kaldu yang dalam tanpa perlu banyak penyedap.
Mie kuning telur tebal
Teksturnya kenyal dan tidak mudah hancur saat dikocok dalam air panas.
Kikil atau urat sapi empuk
Direbus hingga lembut namun tetap kenyal.
Tauge segar, memberi sensasi renyah yang kontras dengan kikil.
Pelengkap wajib :
Bawang goreng, seledri, sambal rawit ulek, jeruk limau, dan kadang tambahan kerupuk kanji.
Kini, beberapa penjual menambahkan bakso, pangsit goreng, hingga variasi topping kekinian agar lebih variatif dan menarik bagi generasi muda.
Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, berikut gambaran umum langkahnya.
Resep Mie Kocok Bandung Rumahan
Bahan utama:
Kikil atau urat sapi
Sengkel atau daging sapi
Tulang sapi untuk kaldu
Mie kuning telur
Tauge segar
Bawang merah dan putih
Jahe, daun salam, daun jeruk
Garam, merica, gula secukupnya
Cara membuat:
Rebus tulang dan daging hingga empuk, ambil kaldunya.
Tumis bumbu halus bawang merah dan putih hingga harum.
Masukkan tumisan ke dalam kaldu, tambahkan jahe dan daun aromatik.
Rebus hingga bumbu meresap.
Celup dan kocok mie serta tauge dalam air mendidih.
Sajikan mie dalam mangkuk, beri topping kikil, lalu siram kuah panas.
Tips:
Gunakan tulang sumsum untuk rasa lebih kaya dan jangan terlalu lama merebus tauge agar tetap renyah.
Mie Kocok Tetap Populer di tahun 2026, Di tengah tren kuliner modern dan makanan viral media sosial, mie kocok tetap bertahan karena tiga alasan utama:
Harga terjangkau
Rasa autentik yang konsisten
Fleksibel dan bisa dikreasikan
Kini bahkan muncul versi vegan dengan jamur sebagai pengganti kikil, menyesuaikan gaya hidup generasi muda yang lebih sadar kesehatan.
Lebih dari sekadar makanan, mie kocok adalah cerita tentang adaptasi budaya, kreativitas pedagang kaki lima, dan identitas kuliner Bandung yang kuat.
Bagi wisatawan yang datang ke Kota Kembang, mencicipi semangkuk mie kocok hangat bukan hanya soal mengisi perut, melainkan juga merasakan sepotong sejarah dalam setiap sendok kuahnya.
Penulis: WD Nursari
Editor: Tim infona.id








