1. Home
  2. Ragam

Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunnah: Adab, Doa, dan Waktu yang Dianjurkan

Pelajari tata cara ziarah kubur sesuai sunnah Rasulullah SAW, lengkap dengan adab, bacaan doa, waktu yang dianjurkan, serta larangan yang perlu dihindari.

Ziarah Kubur

INFONA.id - Ziarah kubur adalah amalan sunnah dalam Islam yang dianjurkan untuk menumbuhkan kesadaran akan akhirat dan memperkuat keimanan. Praktik ini memiliki adab serta tata cara tertentu agar selaras dengan tuntunan syariat dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Hikmah Ziarah Kubur

Ziarah kubur berfungsi sebagai pengingat akan kematian dan kehidupan setelahnya. Dengan berziarah, hati menjadi lebih lembut, terhindar dari sifat riya, serta terdorong untuk memperbanyak doa bagi mereka yang telah wafat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ziarah kubur dapat melembutkan hati dan mengingatkan manusia kepada Allah SWT. Hikmah utamanya adalah mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat dengan bersikap zuhud terhadap dunia.

Waktu yang Dianjurkan

Ziarah kubur boleh dilakukan kapan saja, namun waktu yang paling utama adalah hari Jumat. Meski demikian, sebaiknya menghindari waktu yang dimakruhkan, seperti setelah salat Subuh hingga matahari terbit dan setelah salat Asar hingga Maghrib. Di Indonesia, ziarah menjelang Ramadan atau Idulfitri juga menjadi tradisi yang umum dilakukan untuk mendoakan keluarga dan kerabat.

Adab Sebelum Berziarah

Sebelum memasuki area pemakaman, disunnahkan berwudu untuk mensucikan diri. Kenakan pakaian sopan yang menutup aurat dan hindari penggunaan wewangian menyengat, khususnya bagi laki-laki. Datanglah dengan sikap khusyuk, menjaga ketenangan, serta menghormati area kubur dengan tidak bercanda atau berisik. Dilarang berjalan atau duduk di atas kuburan.

Tata Cara Ziarah Kubur

Masuklah ke pemakaman dengan mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan salam kepada ahli kubur:
“Assalamu’alaikum ya ahlad-diyar minal mu’minin wal muslimin, wa inna in sya Allahu bikum lahiqun.”

Jika kondisi makam padat, berjinjitlah agar tidak menginjak kuburan. Perbanyak istigfar, misalnya membaca “Astaghfirullahal ‘azhim…” sebanyak tujuh kali sebagai bentuk permohonan ampun.

Bacaan Surah Pendek

Peziarah dianjurkan membaca Surah Al-Qadr tujuh kali, Al-Fatihah tiga kali, serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali. Ayat Kursi juga dapat dibaca tiga kali. Bacaan ini diniatkan untuk menghadiahkan pahala kepada ahli kubur.

Doa-Doa Ziarah Kubur

Doa menjadi inti utama ziarah. Di antaranya memohon agar Allah SWT mengampuni dan merahmati mayit, melapangkan kuburnya, serta menjauhkan dari azab. Tahlil dapat dibaca sebanyak 33 kali atau mengikuti imam jika ziarah dilakukan berjamaah.

Doa untuk Orang Tua dan Kaum Muslimin

Bagi yang menziarahi makam orang tua, dianjurkan memperbanyak doa ampunan dan rahmat. Selain itu, mendoakan seluruh kaum muslimin yang telah wafat juga sangat dianjurkan agar pahala tersebar merata.

Larangan Saat Ziarah

Hindari meratap atau menangis berlebihan. Jangan melakukan salat dengan menghadap kubur atau membawa benda-benda yang tidak disyariatkan. Perempuan diperbolehkan berziarah dengan tetap menjaga adab dan ketenangan; bila dikhawatirkan lemah hati, cukup mendoakan dari rumah.

Manfaat Doa bagi Ahli Kubur

Doa peziarah diibaratkan sebagai hadiah pahala bagi mayit. Selain bermanfaat bagi yang didoakan, ziarah kubur juga meningkatkan iman peziarah dengan menyadarkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.

Tips Praktis Ziarah di Indonesia

Di Indonesia, ziarah biasanya dilakukan di TPU atau pemakaman umum. Patuhi aturan setempat seperti jam kunjungan dan kebersihan lingkungan. Gunakan aplikasi Al-Qur’an untuk membantu bacaan, serta ajak keluarga agar nilai keberkahan semakin besar.

Sebagai penutup, ziarah kubur merupakan sunnah yang sarat makna dan manfaat. Dengan memahami adab, waktu, dan tata caranya, ziarah dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menghadiahkan pahala bagi ahli kubur.***

Penulis: Suhardi Arjuna

Editor: Tim infona.id