Niat Mandi Mau Puasa Ramadhan: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Waktu yang Tepat Agar Ibadah Sah
Lengkap! Niat mandi sebelum puasa Ramadhan dalam Arab, latin dan arti. Ketahui hukumnya wajib atau sunnah di sini.

INFONA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri, bukan hanya secara fisik tetapi juga spiritual. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah mandi sebelum mulai berpuasa. Lalu, bagaimana sebenarnya niat mandi mau puasa Ramadhan yang benar? Apakah wajib atau hanya sunnah?
Artikel ini membahas lengkap bacaan niat, hukum, hingga tata cara yang dianjurkan agar ibadah puasa semakin mantap sejak hari pertama.
Apakah Mandi Sebelum Puasa Ramadhan Itu Wajib?
Pertama, perlu diluruskan bahwa mandi sebelum memasuki puasa Ramadhan tidak selalu wajib.
Mandi menjadi wajib jika seseorang dalam kondisi hadas besar, seperti:
Junub setelah berhubungan suami istri
Selesai haid atau nifas
Keluar mani
Namun jika dalam keadaan suci dan hanya ingin menyambut bulan Ramadhan, maka mandi tersebut hukumnya sunnah sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin.
Banyak orang mengira semua orang harus mandi khusus sebelum puasa. Ini asumsi yang kurang tepat. Kewajiban mandi hanya berlaku bila ada hadas besar. Selain itu, mandi boleh dilakukan sebagai amalan sunnah.
Bacaan Niat Mandi Mau Puasa Ramadhan (Karena Hadas Besar)
Jika mandi dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, berikut bacaannya:
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.
Artinya:
“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala.”
Niat ini cukup dibaca dalam hati. Melafalkan dengan lisan diperbolehkan untuk membantu menghadirkan niat.
Niat Mandi Sunnah Menyambut Bulan Ramadhan
Jika mandi dilakukan sebagai bentuk menyambut datangnya bulan suci, berikut niat yang bisa dibaca:
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِاسْتِقْبَالِ شَهْرِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla listiqbali syahri Ramadhana sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya:
“Aku niat mandi untuk menyambut bulan Ramadhan, sunnah karena Allah Ta'ala.”
Amalan ini mencerminkan kesiapan diri memasuki bulan penuh berkah.
Kapan Waktu Terbaik Mandi Sebelum Puasa?
Secara logis, mandi dilakukan:
Pada malam hari sebelum hari pertama puasa
Atau sebelum masuk waktu Subuh
Namun jika mandi karena hadas besar, yang terpenting adalah sudah suci sebelum melaksanakan shalat Subuh.
Perlu dicatat, jika seseorang belum sempat mandi junub hingga masuk waktu Subuh, puasanya tetap sah, selama ia segera mandi untuk menunaikan shalat.
Tata Cara Mandi yang Dianjurkan
Agar mandi sah dan sempurna, berikut urutannya:
Niat dalam hati.
Membasuh kedua tangan.
Membersihkan kemaluan dan kotoran.
Berwudhu seperti wudhu untuk shalat.
Mengguyur kepala tiga kali.
Mengguyur seluruh tubuh hingga rata.
Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terhalang air.
Mengapa Mandi Sebelum Ramadhan Dianjurkan?
Secara spiritual, mandi adalah simbol penyucian diri. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dari sisi psikologis, persiapan fisik seperti mandi membantu menciptakan rasa “awal yang baru”. Ini memperkuat mindset bahwa Ramadhan adalah fase transformasi diri.
Namun penting juga bersikap kritis: jangan sampai ritual lahiriah lebih dominan daripada esensi ibadah itu sendiri. Mandi hanyalah sarana, bukan tujuan.
Niat mandi mau puasa Ramadhan tergantung pada kondisi:
Jika karena hadas besar → hukumnya wajib.
Jika hanya untuk menyambut Ramadhan → hukumnya sunnah.
Yang terpenting bukan hanya membaca niat, tetapi memahami makna kesiapan menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat.
Ramadhan adalah kesempatan tahunan untuk reset spiritual. Mulailah dengan niat yang benar, bukan hanya dalam lafaz, tetapi juga dalam komitmen menjalani ibadah secara maksimal.
Jika Anda ingin, saya bisa lanjutkan dengan artikel niat puasa Ramadhan lengkap beserta dalil dan penjelasan ulama agar semakin siap menghadapi bulan suci.
Penulis: Sanny Abraham
Editor: Tim infona.id






