10 Makanan Alami Penghilang Radang Sendi, Ampuh Redakan Nyeri Tanpa Obat Kimia
Jahe, kunyit, sayuran hijau hingga omega3 bisa bantu atasi radang sendi. Simak panduan lengkap dan resep sehatnya di sini.

INFONA - Bayangkan bangun pagi dengan sendi terasa kaku seperti kayu. Lutut berderit setiap melangkah, pinggang nyut-nyutan saat berdiri, dan aktivitas sederhana seperti turun tangga terasa seperti tantangan berat. Radang sendi atau arthritis memang menjadi “musuh senyap” bagi jutaan orang Indonesia, terutama mereka yang memasuki usia 40 tahun ke atas.
Tak sedikit yang langsung bergantung pada obat pereda nyeri kimia. Padahal, sebelum kantong ikut menjerit, dapur Nusantara sebenarnya menyimpan solusi alami yang tak kalah ampuh. Data dari berbagai penelitian gizi menunjukkan, perubahan pola makan dengan fokus pada makanan anti-inflamasi dapat menurunkan tingkat peradangan kronis hingga 30–50 persen.

Bahan-bahan lokal seperti jahe, kunyit, hingga sayuran hijau yang mudah ditemukan di pasar tradisional Bandung, Jakarta, atau kota lainnya, ternyata kaya akan senyawa aktif seperti gingerol dan kurkumin. Kandungan ini telah diteliti secara global karena efek antioksidan dan anti-inflamasinya. Jadi, bukan sekadar mitos warisan nenek moyang.
Radang sendi, terutama jenis osteoarthritis, terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang di persendian mengalami kerusakan. Akibatnya, gesekan antar tulang memicu rasa nyeri, bengkak, hingga kaku di pagi hari.
Gejala umum radang sendi:
Nyeri saat bergerak
Sendi terasa kaku setelah bangun tidur
Bengkak ringan hingga sedang
Bunyi “krek” saat sendi digerakkan
Pemicunya beragam, mulai dari faktor usia, berat badan berlebih, riwayat cedera, hingga pola makan tinggi gula dan gorengan.
Makanan anti-inflamasi bekerja dengan cara menekan enzim pemicu peradangan seperti COX-2, mekanismenya mirip obat anti-nyeri nonsteroid tetapi lebih alami dan minim efek samping.
Penelitian yang sering dirujuk oleh Arthritis Foundation menyebutkan bahwa pola makan kaya omega-3 dan antioksidan dapat membantu mengurangi nyeri sendi hingga 40 persen dalam waktu tiga bulan.
Di Indonesia, konsep ini bisa diadaptasi menggunakan bahan tropis yang lebih terjangkau.

10 Makanan Terbaik untuk Radang Sendi (Daftar SEO & Feature Snippet Friendly)
Berikut daftar makanan anti-radang yang mudah ditemukan dan direkomendasikan untuk dikonsumsi 2–3 porsi per hari:
Jahe segar – Mengandung gingerol yang membantu mengurangi inflamasi.
Kunyit hidup – Kaya kurkumin, antioksidan kuat penekan CRP (penanda inflamasi).
Bayam dan sawi hijau – Sumber vitamin K dan antioksidan pelindung kolagen.
Brokoli – Mengandung sulforaphane yang membantu melawan stres oksidatif.
Stroberi dan blueberry – Kaya antosianin yang menekan peradangan.
Ikan sarden dan tongkol – Sumber omega-3 (EPA/DHA) alami.
Almond dan chia seed – Mengandung magnesium dan lemak sehat.
Jeruk dan lemon – Vitamin C membantu pembentukan kolagen sendi.
Bawang putih – Mengandung allicin yang bersifat anti-inflamasi.
Minyak zaitun extra virgin – Lemak sehat pengganti minyak jelantah.
Tips praktis ala meal-prep milenial: potong sayuran hijau di akhir pekan, simpan dalam wadah kedap udara di chiller, dan siap olah kapan saja.
Resep Anti-Radang Sendi ala Dapur Rumahan
1. Sup Jahe-Kunyit Hangat Penakluk Nyeri Lutut
Waktu memasak: 20 menit
Porsi: 4 orang
Kalori: ±150 kkal per mangkuk
Bahan:
1 liter kaldu ayam kampung atau sayur
3 ruas jahe, memarkan
2 ruas kunyit, iris tipis
2 wortel potong dadu
200 gram bayam cincang
5 siung bawang putih halus
1 sdt merica bubuk
Garam secukupnya
Perasan 1 lemon
2 sdm minyak zaitun
Cara membuat:
Panaskan minyak zaitun, tumis bawang putih hingga harum.
Masukkan jahe dan kunyit, aduk hingga aromanya keluar.
Tuang kaldu dan wortel, rebus 10 menit.
Tambahkan bayam dan bumbu, masak 3 menit.
Matikan api, beri perasan lemon sebelum disajikan.
Sup ini cocok untuk makan malam ringan dan membantu meredakan nyeri lutut berkat kombinasi kurkumin dan gingerol.
2. Smoothie Berry-Jahe Booster Energi Pagi
Waktu: 5 menit
Porsi: 2 gelas
Bahan:
1 cangkir stroberi beku
½ cangkir blueberry
1 pisang matang
2 ruas jahe parut
1 sdt kunyit bubuk
300 ml susu almond tanpa gula
2 sdm chia seed
1 sdt madu (opsional)
Blender hingga halus dan sajikan dingin. Kandungan vitamin C bisa mencapai 200 persen kebutuhan harian, plus omega-3 dari chia seed untuk bantu redakan inflamasi.
3. Tumis Sawi Bawang Putih ala Rumahan
Waktu: 10 menit
Porsi: 3 orang
Bahan:
2 ikat sawi hijau
6 siung bawang putih iris
1 wortel iris tipis
2 sdm saus tiram rendah sodium
1 sdt jahe bubuk
2 sdm minyak zaitun
Tumis bawang putih dan jahe hingga harum, masukkan wortel, lalu sawi. Oseng hingga layu dan sajikan hangat bersama nasi merah.

Cara Memaksimalkan Diet Anti-Inflamasi
Agar hasilnya optimal, lakukan langkah berikut:
Konsumsi makanan anti-radang minimal 70% dari menu harian.
Kurangi gula, gorengan, dan minuman bersoda.
Kombinasikan jahe dan kunyit untuk efek sinergis.
Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit per hari.
Tetap konsultasi dokter jika sedang dalam terapi obat.
Makanan Penghilang terbaik untuk radang sendi
Jahe, kunyit, ikan sarden, sayuran hijau, buah beri, dan minyak zaitun termasuk yang paling direkomendasikan.
Berapa lama diet anti-inflamasi menunjukkan hasil? Umumnya dalam 4–12 minggu jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat.
Apakah makanan ini bisa menggantikan obat dokter? Tidak. Ini bersifat pendukung, bukan pengganti terapi medis.
Radang sendi bukan akhir dari mobilitas aktif. Dengan kembali ke dapur dan memanfaatkan kekayaan rempah Nusantara, kita bisa membantu tubuh melawan peradangan secara alami.
Kadang, solusi sehat bukan datang dari apotek mahal, melainkan dari panci yang mengepul hangat di rumah sendiri. Jadi, siap mulai revolusi kecil dari dapur hari ini.
Penulis: WD Nursari
Editor: Tim infona.id





