Menyeruput Pesona Kopi Terbaik Kabupaten Bandung 2025
Menikmati kopi dari Kabupaten Bandung bukan hanya soal rasa, ini tentang menyelami cerita, kerja keras, dan keunikan setiap daerah

INFONA.id - Kabupaten Bandung tak henti menorehkan jejaknya di peta kopi nasional maupun dunia. Di tahun 2025, kawasan berhawa sejuk di selatan Jawa Barat ini kembali menegaskan eksistensinya sebagai rumah bagi kopi Arabika unggulan. Dari lereng gunung hingga perkampungan tani, keistimewaan rasa kopi Bandung meresap dari tanah, udara, dan tangan para petaninya.
Gunung Puntang: Sang Legenda di Cangkir
Gunung Puntang di Kecamatan Cimaung sudah lama dikenal sebagai permata kopi Indonesia. Di sini, biji kopi tumbuh di ketinggian ideal, diproses dengan ketelitian, dan menghasilkan profil rasa yang mencengangkan: manis tropikal, berpadu aroma jambu, pisang, hingga nangka. Tak heran, kopi ini pernah mencuri perhatian dunia di ajang Specialty Coffee Association of America Expo 2016 di Atlanta, Amerika Serikat. Harganya? Fantastis. Kopi Gunung Puntang tercatat sebagai salah satu kopi termahal di Indonesia, dan layak mendapat predikat itu.
Ciwidey: Kopi Beraroma Bunga, Cita Rasa yang Menyegarkan
Masih dari sisi selatan Bandung, Ciwidey yang tenar dengan hamparan kebun teh ternyata juga menyimpan kejutan lain: kopi Arabika dengan aroma floral yang lembut dan rasa manis segar. Sentuhan keasaman yang ringan membuat kopi dari lereng Gunung Tilu ini disukai banyak penikmat kopi, baik lokal maupun mancanegara. Tak hanya soal rasa, kopi Ciwidey pernah memecahkan rekor MURI sebagai kopi termahal di Indonesia, sebuah bukti bahwa kualitasnya tidak bisa dianggap remeh.
Pangalengan dan Malabar: Warisan Rasa Kopi Java Preanger
Nama Java Preanger tak lepas dari sejarah panjang Pangalengan dan Gunung Malabar. Kawasan ini sejak era kolonial dikenal sebagai lumbung kopi unggulan. Kini, kopi Malabar masih setia mempertahankan ciri khasnya: manis, asam kuat, dan aroma karamel yang kaya. Sementara itu, Gunung Malabar terus mengirimkan biji kopi pilihan ke berbagai belahan dunia, tetap konsisten, tetap menggoda.
Gunung Halu dan Ibun: Cita Rasa Lokal yang Mendunia
Beranjak ke barat, Gunung Halu di Kabupaten Bandung Barat menawarkan kopi dengan karakter yang kuat namun tetap seimbang. Proses roasting khas menghasilkan rasa otentik yang disukai para pecinta kopi sejati. Di sisi lain, Kecamatan Ibun di bagian timur mencatat prestasi berbeda: kopi ekspor berkualitas tinggi yang dikelola oleh kelompok tani wanita. Di sini, kualitas berpadu dengan semangat pemberdayaan lokal.
Palasari: Kampung Kopi yang Ramah Lidah
Kecamatan Cilengkrang menyumbangkan kopi khas melalui daerah Palasari. Varietas Arabika Kolenang tumbuh subur di sini, dengan rasa yang tak terlalu asam namun kaya aroma. Wilayah ini masuk dalam program Kampung Kopi Kabupaten Bandung yang kini menjadi destinasi alternatif menarik bagi wisatawan dan pencinta kopi.
Bandung: Titik Temu Alam, Budaya, dan Secangkir Cita Rasa
Dengan luas perkebunan mencapai 13.378 hektar dan produksi sekitar 8.567 ton pada tahun 2024, Kabupaten Bandung bukan sekadar penghasil kopi, ia adalah pusat rasa, budaya, dan inovasi kopi Arabika di Jawa Barat. Tak hanya menjaga kualitas, para petani dan pelaku kopi di sini terus berinovasi untuk menyambut pasar global tanpa melupakan akar tradisi.
Akhir Kata
Menikmati kopi dari Kabupaten Bandung bukan hanya soal rasa. ini tentang menyelami cerita, kerja keras, dan keunikan setiap daerah. Tahun 2025 menjadi babak lanjutan dari perjalanan panjang kopi Bandung yang terus merayakan keaslian dan kualitas. Jadi, jika Anda mencari pengalaman rasa yang autentik, jangan lewatkan secangkir kopi dari Bandung, surga Arabika yang sesungguhnya.
Penulis: Kurniawan Rizqi
Editor: Tim infona.id









