Lupain Gengsi, Honda Scoopy Ternyata Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat 'Kaum Mendang-Mending' Pergi Kantor
Daripada beli motor yang harganya terjun bebas pas dijual lagi, mending simak kenapa Honda Scoopy justru jadi pilihan paling masuk akal buat operasional harian

INFONA – Selama ini, Honda Scoopy sering kali ditempel dengan label "motornya anak senja" atau tunggangan wajib anak SMA dan mahasiswa. Padahal, jika dibedah lebih dalam dari sisi fungsionalitas dan ekonomi, skutik retro buatan Honda ini justru menjadi opsi paling rasional bagi kaum pekerja, milenial, hingga Gen X.
Bagi Anda yang berada di rentang usia 25 hingga 44 tahun, prioritas membeli kendaraan tentu sudah bergeser. Bukan lagi soal siapa yang paling kencang di jalan raya, melainkan soal efisiensi, kenyamanan, dan nilai jual kembali.
Berikut adalah alasan mengapa Honda Scoopy layak dijadikan kendaraan operasional harian ("kuda beban") bagi para profesional dan orang tua muda, dirangkum GalamediaNews dari berbagai sumber:
1. Desain 'Timeless' yang Masuk Segala Situasi
Berbeda dengan motor desain futuristik yang trennya cepat berganti, desain retro modern Scoopy tergolong timeless. Bagi pekerja kantoran, membawa Scoopy ke parkiran gedung atau meeting santai di coffee shop tidak akan terlihat "kebanting".
Bentuknya yang membulat justru memberikan kesan elegan dan rapi, apalagi jika Anda memilih varian warna matte (doff) seperti hijau atau perak yang jauh dari kesan norak. Ini adalah motor yang safe secara visual untuk usia 30-an yang ingin tampil stylish tapi tidak berlebihan.
2. Juara Bertahan Nilai Jual Kembali (Resale Value)
Ini poin paling krusial bagi "Kaum Mendang-Mending". Di usia matang, kendaraan adalah aset yang terdepresiasi. Namun, Honda Scoopy memiliki anomali pasar yang unik: harga bekasnya sangat stabil.
Dibandingkan kompetitor di kelas 110-125cc lainnya, depresiasi harga Scoopy tergolong paling rendah. Membeli Scoopy bisa dianggap sebagai cara "menabung" uang pada aset bergerak. Jika sewaktu-waktu Anda butuh dana darurat atau ingin upgrade ke mobil keluarga, motor ini sangat mudah diuangkan kembali (likuid) dengan harga yang tidak terjun bebas.
3. Akomodasi 'Sat-Set' Kehidupan Rumah Tangga
Bagi Anda yang sudah berkeluarga, fitur motor bukan cuma soal mesin. Adanya USB Charger di konsol depan sangat membantu saat baterai HP kritis di tengah kemacetan pulang kerja.
Belum lagi fitur Functional Hook (gantungan barang) yang bisa dilipat. Fitur sederhana ini adalah penyelamat saat Anda harus mampir ke minimarket titipan orang rumah, atau sekadar menggantung tas bekal kantor tanpa takut jatuh. Bagasinya yang cukup luas (15,4 liter) juga cukup untuk menyimpan jas hujan atau helm bawaan anak sekolah.
4. Lincah Menembus Macet Kota
Bagi pekerja di kota padat seperti Bandung atau Jakarta, dimensi Scoopy yang compact dengan velg 12 inci membuatnya sangat lincah (agile).
Karakter stop-and-go mesin 110cc eSP Honda memang tidak dirancang untuk kebut-kebutan, tapi sangat responsif untuk menyalip di kemacetan padat. Konsumsi BBM yang irit (bisa tembus 59 km/liter dengan metode ECE R40) juga menjadi alasan kuat untuk menjaga pengeluaran bulanan tetap aman.
Bagi usia 25-44 tahun, Honda Scoopy bukan lagi soal mengikuti tren anak muda. Ini adalah tentang memilih kendaraan yang irit, reliable, mudah dirawat, dan uangnya "kembali" saat dijual. Jadi, tak perlu gengsi pakai Scoopy untuk ngantor, karena justru itu tanda Anda cerdas secara finansial.***
Penulis: Sanny Abraham
Editor: Tim infona.id




