15 Jajanan Khas Bandung untuk Takjil Ramadhan dan Rekomendasi Tempat Bukber Terbaik
Mau bukber atau hunting takjil di Bandung? Ini daftar jajanan khas dan tempat makan legendaris yang selalu ramai selama Ramadhan. Wajib masuk wishlist.

INFONA - Ramadhan di Bandung selalu punya cerita yang berbeda. Begitu jarum jam mendekati pukul 17.30 WIB, sudut-sudut Kota Kembang berubah menjadi lautan aroma: santan yang menguap dari bandros hangat, asap sate yang mengepul dari atas bara, hingga manisnya gula aren yang larut dalam gelas es cendol. Jalanan melambat, trotoar dipadati pemburu takjil, dan obrolan ringan tentang “mau buka apa hari ini?” terdengar di mana-mana.
Bagi warga lokal, momen ini bukan sekadar rutinitas menunggu azan Maghrib. Ada tradisi ngabuburit, berburu jajanan khas, hingga merencanakan buka bersama dengan keluarga atau sahabat lama. Sementara bagi wisatawan, Ramadhan di Bandung adalah pengalaman kuliner yang terasa autentik sekaligus hangat.
Kalau kamu sedang merencanakan agenda bukber atau ingin tahu jajanan khas Bandung apa saja yang wajib dicoba saat Ramadhan, berikut panduan lengkapnya.

Jajanan Khas Bandung untuk Takjil Ramadhan
1. Bandros, Si Gurih Hangat yang Selalu Dicari
Bandros merupakan kue tradisional berbahan tepung beras dan santan yang dimasak dalam cetakan cekung memanjang. Teksturnya lembut di bagian dalam dan sedikit renyah di luar. Biasanya disajikan hangat dengan taburan gula pasir atau kelapa parut.
Saat Ramadhan, bandros menjadi salah satu takjil favorit karena rasanya ringan namun mengenyangkan. Kini, variasinya semakin beragam, mulai dari topping cokelat hingga keju. Meski begitu, versi klasik tetap jadi juara di hati warga Bandung.
Bandros adalah kue tradisional Sunda berbahan tepung beras dan santan, dimasak dalam cetakan khusus dan disajikan hangat sebagai camilan atau takjil.
2. Surabi, Aroma Tungku yang Tak Tergantikan
Surabi dimasak menggunakan tungku tanah liat dengan kayu bakar, menghasilkan aroma smokey yang khas. Adonannya terbuat dari tepung beras dan santan, lalu dipanggang hingga bagian tengahnya lembut.
Di Bandung, surabi hadir dalam dua versi utama:
Manis (kinca gula merah)
Gurih (oncom)
Salah satu tempat yang konsisten mempertahankan tradisi ini adalah Waroeng Setiabudhi. Tempat ini dikenal sebagai destinasi surabi legendaris yang selalu ramai, terutama saat Ramadhan.
3. Colenak, Dicocol Enak yang Melegenda
Colenak adalah singkatan dari “dicocol enak”. Jajanan ini terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar, lalu disiram saus gula merah dan taburan kelapa parut.
Perpaduan rasa manis, sedikit asam, dan legit menciptakan sensasi yang unik. Saat disantap hangat menjelang buka puasa, colenak terasa pas sebagai pembuka sebelum hidangan utama.
4. Es Goyobod, Segarnya Khas Sunda
Kalau berbicara soal minuman ikonik Ramadhan di Bandung, Es Goyobod sering masuk daftar teratas. Isinya terdiri dari potongan goyobod, alpukat, kelapa muda, dan sirup merah dalam kuah santan dingin.
Es Goyobod populer saat Ramadhan, karena rasanya manis-segar dan mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa tanpa terasa terlalu berat di perut.
5. Jajanan Kekinian yang Viral
Bandung juga dikenal adaptif terhadap tren kuliner. Beberapa jajanan yang kerap viral saat Ramadhan antara lain:
Cireng bumbu kacang, sering dijuluki “Cireng Persib” karena identik dengan warna biru kemasan dan kepopulerannya di kalangan bobotoh.
Seblak prasmanan dengan level pedas ekstrem yang jadi konten favorit kreator media sosial.
Cuanki kuah bening gurih dengan bakso dan tahu yang selalu penuh antrean.
Cimol meletus dengan bumbu tabur variatif yang ramai di TikTok.
Spot Berburu Takjil Paling Hits di Bandung
Berburu takjil sudah menjadi ritual tersendiri bagi warga Bandung. Berikut beberapa lokasi yang hampir selalu ramai setiap sore Ramadhan:
1. Pasar Takjil Pusdai
Pusdai Jawa Barat menjadi salah satu pusat takjil paling legendaris. Ratusan pedagang menjajakan aneka kolak, gorengan, es buah, hingga makanan berat. Disarankan datang sebelum pukul 16.30 WIB karena stok cepat habis.
2. Lengkong Kecil
Kawasan ini berubah menjadi semacam night market musiman. Dari dimsum, bola ubi, cireng, hingga jajanan Korea, semua tersedia. Suasananya santai dan cocok untuk anak muda yang ingin ngabuburit sambil foto-foto.
3. Jalan Dipati Ukur (DU)
Area kampus ini selalu ramai pemburu kuliner viral. Pilihan menunya variatif dan harganya relatif ramah mahasiswa.
4. Alun-Alun Bandung
Di sekitar Alun-Alun Kota Bandung, pengunjung bisa menemukan batagor, surabi, gehu, hingga es cincau dengan harga mulai Rp3.000. Lokasinya strategis dan mudah diakses.
5. Jalan Cibadak
Kawasan ini sudah lama dikenal sebagai sentra kuliner malam. Saat Ramadhan, kepadatannya meningkat dua kali lipat menjelang berbuka.
Rekomendasi Tempat Bukber Legendaris di Bandung
1. Warung Nasi Ibu Imas
Warung Nasi Ibu Imas dikenal dengan masakan Sunda autentik seperti ayam goreng, karedok, dan sambal dadak. Selama Ramadhan, antrean mengular hampir setiap hari. Cocok untuk bukber keluarga besar karena pilihan lauknya lengkap.
2. Sate Maulana Yusuf
Berlokasi di kawasan strategis, Sate Maulana Yusuf menjadi favorit pencinta sate kambing dan sapi. Aroma daging yang dibakar sejak sore hari sering membuat orang spontan mampir.
3. Braga Permai
Ingin bukber dengan suasana klasik? Braga Permai menawarkan pengalaman makan di bangunan bergaya kolonial. Restoran ini termasuk yang tertua di Bandung dan menyajikan menu Indonesia serta Western.
4. Tjoeanki Braga
Berada di kawasan Braga, Tjoeanki Braga cocok untuk bukber hemat. Menu cuanki hangatnya bisa dinikmati dengan harga terjangkau, menjadikannya titik kumpul favorit anak muda.
5. Es Cendol Elizabeth
Sebagai penutup, banyak warga memilih berbuka dengan minuman manis seperti di Es Cendol Elizabeth. Perpaduan gula aren dan santan yang gurih terasa menyegarkan setelah seharian berpuasa.

Ramadhan di Bandung bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Ia adalah perayaan rasa dan kebersamaan. Dari bandros hangat di pinggir jalan hingga bukber penuh tawa di kawasan Braga, setiap sudut kota menyimpan cerita. Dan ketika azan Maghrib berkumandang, rasanya seperti ada jeda kecil di tengah hiruk pikuk kota, momen sederhana yang justru paling dirindukan.
Penulis: WD Nursari
Editor: Tim infona.id








