1. Home
  2. Travel

7 Spot Wisata Punclut Paling Viral: Dari Tempat Makan Murah hingga Cafe Estetik Buat Foto OOTD Keren

Jelajahi pesona Wisata Punclut Bandung. Nikmati sejuknya udara puncak dengan pilihan tempat makan lesehan Sunda legendaris hingga cafe hits yang instagramable.

pesona Wisata Punclut Bandung

INFONA - Ada magis tersendiri saat kendaraan mulai menanjak membelah jalanan Ciumbuleuit menuju kawasan utara Bandung. Udara yang semula hangat perlahan berganti sejuk, dan hiruk-pikuk kota perlahan meredup, digantikan oleh hamparan perbukitan hijau.

Inilah Wisata Punclut (Puncak Ciumbuleuit), sebuah destinasi yang seolah tak lekang oleh waktu. Terletak di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut, Punclut bukan sekadar jalan tembus menuju Lembang, melainkan sebuah ekosistem wisata yang menawarkan romantisnya lanskap Kota Kembang dari ketinggian.

Bagi para pelancong, Punclut adalah definisi "healing" yang sesungguhnya: murah, meriah, dan memanjakan mata.

Siang yang Hijau, Malam yang Berkilau

Daya tarik utama kawasan ini adalah transformasi pemandangannya. Saat matahari masih menggantung, Wisata Punclut menyuguhkan panorama cekungan Bandung yang dikelilingi gunung-gunung perkasa seperti Malabar dan Patuha.

Namun, saat senja turun, suasana berubah drastis. Kabut tipis sering kali turun menyapa, disusul dengan nyalanya jutaan lampu kota di bawah sana. Fenomena city light inilah yang membuat Punclut dijuluki sebagai salah satu spot paling romantis di Jawa Barat. Tak heran jika kawasan ini selalu dipadati pengunjung yang ingin melepas penat setelah sepekan bekerja.

Surganya 'Tempat Makan' Lesehan Sunda

Jika bicara soal sejarah kuliner di sini, identitas Punclut tidak bisa dilepaskan dari deretan saung bambu yang memanjang di tepi tebing. Tempat makan tradisional ini adalah "wajah asli" Punclut yang melegenda.

Aroma nasi merah yang mengepul dari bakul boboko, dipadukan dengan gurihnya ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, dan primadona utamanya: belut goreng kering. Semua kenikmatan itu belum lengkap tanpa cocolan sambal dadak super pedas dan lalapan segar yang melimpah.

Konsep tempat makan di sini sangat sederhana namun hangat. Pengunjung duduk lesehan, menghadap langsung ke arah pemandangan kota tanpa sekat kaca. Ini adalah pengalaman gastronomi yang jujur; tentang rasa yang otentik dan kebersamaan keluarga.

Wajah Baru: Invasi Cafe Estetik dan Instagramable

Seiring berjalannya waktu, Punclut bersolek. Dalam lima tahun terakhir, kawasan lereng ini bertransformasi menjadi hub bagi anak muda pemburu konten. Kehadiran berbagai cafe modern dengan arsitektur unik memberikan warna baru bagi pariwisata Punclut.

Sebut saja Lereng Anteng yang mempopulerkan konsep ngopi di dalam tenda transparan, atau D’Dieuland yang menyulap tebing curam menjadi taman bermain dengan skywalk warna-warni. Ada pula Sudut Pandang, sebuah cafe yang menggabungkan kuliner dengan wahana multimedia interaktif yang futuristik.

Kehadiran cafe-cafe ini tidak mematikan warung tradisional, melainkan melengkapinya. Kini, wisatawan memiliki opsi beragam: ingin makan berat bergaya Sunda di saung, atau menyeruput latte hangat sambil menikmati dessert di bangunan kaca yang aesthetic.

Kurasi Pilihan: Destinasi Wajib di Jalur Punclut

Agar Anda tidak bingung memilih di antara banyaknya opsi, berikut adalah rekomendasi tempat makan legendaris dan cafe paling hits di kawasan Wisata Punclut yang telah kami kurasi berdasarkan suasana, rasa, dan popularitas.

Tempat Makan Tradisional (Lesehan)

Bagi pemburu rasa otentik yang rindu masakan rumah khas Sunda, dua tempat ini adalah "raja"-nya:

1. Rumah Makan Sangkan Hurip Bisa dibilang, inilah ikon kuliner Punclut. Sangkan Hurip sudah melegenda di kalangan wisatawan maupun warga lokal.

  • Keunggulan: Pilihan lauk pauk mentah yang dipajang menggunung—mulai dari ayam, jeroan, hingga aneka ikan—siap digoreng dadakan sesuai pesanan. Jangan lupa pesan nasi merah bakul dan sambal terasinya yang 'nendang'.

  • Suasana: Sangat tradisional dan merakyat. Cocok untuk makan besar bersama keluarga.

2. Saung Punclut Teh Ita Terletak di deretan saung-saung tepi tebing, warung ini menjadi favorit karena posisinya yang strategis untuk melihat pemandangan tanpa terhalang.

Saung Punclut Teh Ita

  • Keunggulan: Menu tutut (keong sawah) bumbu kuningnya sering menjadi incaran. Selain itu, tekstur nasi merah di sini dikenal pulen dan wangi.

Cafe & Resto Kekinian (Instagramable)

Jika feed media sosial adalah prioritas Anda, atau sekadar ingin menyeruput kopi hangat di tengah udara dingin, deretan cafe ini wajib disambangi:

3. Lereng Anteng Panoramic Coffee Sebagai salah satu pionir tempat nongkrong modern di Punclut, Lereng Anteng menawarkan pengalaman unik menikmati kopi di dalam tenda-tenda transparan yang disusun berundak (terasering).

  • Menu Andalan: Kopi Vietnam Drip dan Pisang Goreng Keju.

  • Vibe: Romantis dan hangat, sangat pas untuk pasangan yang ingin menikmati city light tanpa takut gerimis.

4. Sudut Pandang Bandung Destinasi ini mendefinisikan ulang konsep Wisata Punclut. Sudut Pandang terbagi menjadi dua area: Sudut Rasa (restoran) dan Sudut Cerita (wahana multimedia).

  • Keunggulan: Desain arsitekturnya yang futuristik dengan kubah kaca di tengah kolam air. Area Sudut Cerita menawarkan spot foto interaktif yang sangat estetik dan artistik.

5. Cakrawala Sparkling Nature Sesuai namanya, cafe ini menawarkan sensasi makan di angkasa. Daya tarik utamanya adalah area "Skywalk" dengan lantai kaca tembus pandang yang memacu adrenalin.

  • Konsep Unik: Ruangan "Galaxy" di mana atap bangunan bisa terbuka, memungkinkan pengunjung makan beratapkan langit dan bintang (jika cuaca cerah).

6. D'Dieuland Jika Anda membawa anak-anak, ini adalah pilihan terbaik. D'Dieuland bukan sekadar tempat makan, tapi juga playground raksasa di tepi tebing.

  • Fasilitas: Terdapat jembatan gantung, ayunan raksasa (giant swing), dan area outbound mini. Menu makanannya pun variatif, mulai dari camilan ringan hingga steak.

Bagi Anda yang hendak menjajal serunya Wisata Punclut, pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima, terutama rem dan kopling, mengingat kontur jalan yang cukup menanjak. Selain itu, bawalah jaket tebal karena angin malam di kawasan ini bisa sangat menusuk tulang.

Punclut adalah bukti bahwa Bandung selalu punya cara untuk membuat siapa saja rindu untuk kembali.***

Penulis: Sanny Abraham

Editor: Tim infona.id