Niat Puasa Nisfu Syaban: Bacaan Lengkap, Hukum, dan Keutamaannya
Pelajari niat puasa Nisfu Syaban lengkap dengan bacaan Arab, Latin, arti, hukum, jadwal, dan keutamaannya sebagai persiapan Ramadhan

INFONA.id - Niat puasa Nisfu Syaban menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya tanggal 15 Hijriah. Amalan ini dianjurkan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus persiapan spiritual menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Pengertian Nisfu Syaban
Nisfu Syaban adalah malam dan hari ke-15 di bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah. Malam ini dikenal juga dengan sebutan Lailatul Barrah atau Malam Husnul Baroyah, yang diyakini sebagai waktu penuh ampunan dan rahmat. Karena berada tepat sebelum Ramadhan, puasa sunnah Nisfu Syaban menjadi momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Ibadah ini tergolong sunnah muakkad, sangat dianjurkan meski tidak bersifat wajib.
Hukum dan Dasar Puasa Nisfu Syaban
Hukum puasa Nisfu Syaban adalah sunnah. Hal ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, dari Mu’adz bin Zuhroh, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Sya’ban yang dikenal sebagai Ayyamul Bidh. Meninggalkannya tidak berdosa, namun melaksanakannya mendatangkan pahala besar. Para ulama sepakat puasa ini sah apabila niat dilakukan sebelum Dzuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban
Niat puasa sunnah Nisfu Syaban dapat dibaca pada malam hari sejak setelah Salat Isya hingga sebelum fajar. Jika lupa, niat masih boleh dilakukan sebelum Dzuhur.
Lafal niat puasa Nisfu Syaban:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدًا عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ نِسْفِ شَعْبَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati nisfi sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Nisfu Sya’ban esok hari karena Allah Ta’ala.”
Varian niat lain juga diperbolehkan, karena pada dasarnya niat cukup di dalam hati, sementara melafalkannya bersifat sunnah untuk meneguhkan niat.
Tata Cara Puasa Nisfu Syaban
Pelaksanaan puasa Nisfu Syaban sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:
Sahur dengan makanan halal dan bernilai keberkahan.
Membaca niat sebelum Subuh atau maksimal sebelum Dzuhur.
Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga Maghrib.
Memperbanyak ibadah seperti zikir, salat sunnah, dan membaca Al-Qur’an.
Berbuka puasa saat Maghrib dengan kurma atau air putih.
Jika dilakukan bersamaan dengan puasa Ayyamul Bidh, niat dapat disesuaikan dengan tujuan ibadah tersebut.
Keutamaan dan Hikmah Puasa Nisfu Syaban
Puasa Nisfu Syaban memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai sarana penghapus dosa kecil dan pembuka pintu ampunan Allah SWT. Ibadah ini juga melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta membiasakan diri dengan ritme ibadah menjelang Ramadhan. Pahala puasa sunnah diyakini berlipat ganda, terlebih di bulan Sya’ban yang penuh keberkahan.
Amalan Sunnah di Malam Nisfu Syaban
Selain puasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan berikut:
Salat Tahajud dan Witir.
Memanjatkan doa ampunan untuk diri sendiri, orang tua, dan kaum muslimin.
Membaca Al-Qur’an, termasuk Surah Yasin.
Bersedekah dan memperbanyak zikir seperti La ilaha illallah.
Jadwal Nisfu Syaban 2026
Di Indonesia, Nisfu Syaban 1447 H diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026. Kepastian tanggal menunggu hasil rukyatul hilal. Umat Islam dianjurkan memantau pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat puasa Nisfu Syaban:
Membaca niat setelah Dzuhur atau setelah makan.
Menganggap puasa Nisfu Syaban sebagai kewajiban.
Hanya menahan lapar tanpa memperbanyak ibadah.
Puasa Nisfu Syaban merupakan amalan sunnah yang bernilai tinggi dan sarat hikmah. Dengan niat yang ikhlas dan pelaksanaan yang benar, ibadah ini menjadi bekal spiritual yang kuat dalam menyambut bulan Ramadhan.***
Penulis: Suhardi Arjuna
Editor: Tim infona.id







